Review Audiobook: Uterus, Antologi Puisi Karya Kedung Darma Romansha

uterus-cover

Uterus merupakan sebuah antologi puisi pertama karya Kedung Darma Romansha yang diterbitkan oleh Gambang dan diluncurkan pertama kali pada awal 2015, bertepatan dengan ulang tahun sang penyair. Di dunia sastra Indonesia, nama Kedung sudah tidak asing lagi sebab dia dikenal sebagai sastrawan, pemain teater dan juga film

Kedung Darma Romansha lahir di Indramayu, 25 Februari 1984 dan sudah mengenal dunia teater serta sastra sejak duduk di bangku SD sehingga diapun melanjutkan pendidikannya di jurusan sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta. Kecintaannya terhadap dunia sastra berhasil membuatnya meraih predikat mahasiswa berprestasi pada tahun 2009.

Secara harfiah, Uterus memiliki arti rahim. Namun sang penyair memaknainya sebagai tempat manusia berproses sebelum terlahir ke dunia.

Setiap orang menemukan Tuhan dengan jalannya sendiri,
seperti aku menemukanmu juga dengan jalanku sendiri.
Aku menemukanmu seperti Adam menemukan Hawa
setelah bertahun-tahun menanggung kutukan dan dosa petaka
kini terperangkap dalam mitos cinta
mau kemana kita?

Meski pada saat peluncuran, Uterus sempat mendapat kritik dari seorang kritikus dan sejarahwan, An Ismanto, dan seorang penyair asal Bali, Komang Ira Puspitaningsih, namun keduanya sependapat bahwa penyampaian secara lisan dan pementasan merupakan kelebihan tersendiri yang dimiliki Uterus.

“Puisi milik Kedung jika dibaca di kamar sendirian, tentu akan memiliki kesan yang berbeda dibandingkan saat puisi tersebut dipentaskan di atas panggung atau dijadikan musikalisasi puisi.”
Komang Ira Puspitaningsih

kedung-takes-voice

Kini Uterus sudah tersedia dalam bentuk audio dan dibacakan secara langsung oleh Kedung sehingga sangat terasa penjiwaannya. Secara spesial, sang penyair merekam sendiri suaranya di studio Listeno dan hanya memerlukan waku dua hari untuk menyelesaikannya.

Setelah Uterus, Kedung baru saja merilis antologi puisi terbarunya yang berjudul Masa Lalu Terjatuh ke Dalam Senyumanmu. Buku kedua milik Kedung yang berisi 33 puisi ini dirilis dalam event Johor Bahru Writers & Readers Festival 2016 di Malaysia pada 14 Mei lalu.

Sambil nungguin buku puisi keduanya hadir dalam bentuk audio, sebaiknya nikmati dulu audiobook Uterus yang bisa didengarkan melalui aplikasi Listeno. Cara asyik dengerin puisi, ya di Listeno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *