Review Audiobook: Meine Seufzer

meine-seufzer-cover-listeno

“Franz, apakah engkau tahu penyakit terbesar di dunia ini?” tanya Marie.
“Apakah itu?”
“Tak diinginkan, tak dicintai, dan tak dipedulikan. Kita dapat menyembuhkan penyakit dengan obat-obatan. Tapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan penderitaan adalah cinta.”

Salah satu cuplikan percakapan dalam buku karya Josephine Widya Wijaya yang berjudul Meine Seufzer. Buku ini merupakan novel kedua karangan Josephine yang dirilis pada tahun 2014 dan diterbitkan oleh Diva Press. Judul yang diambil dari bahasa Jerman ini memiliki arti Desau Napasku.

Melalui novelnya ini, Josephine yang merupakan seorang penulis kelahiran Surabaya mengajak kita untuk memasuki Zaman Barok, yaitu suatu zaman diantara tahun 1600-1750 yang dalam sejarah musik dikenal sebagai zaman yang menjembatani Zaman Pencerahan dan Zaman Klasik. Pada masa tersebut juga mencakup suatu perubahan besar dalam pengetahun sejarah alam.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Marie von Haydn, seorang gadis dari keluarga yang cukup terpandang dari kota Wina. Marie tinggal bersama kedua orangtuanya, seorang adik perempuannya bernama Elise dan seorang keponakan lelaki kecilnya, Niko. Marie merupakan sosok yang sangat berbakat dalam berbagai hal, seperti menyanyi, melukis, hingga ilmu kedokteran. Sayangnya, dia tidak beruntung dalam hal percintaan.

Marie jatuh cinta kepada Lukas, seorang pemuda tampan bermata biru. Setelah Marie menemukan cincin tunangan yang hendak diberikan Lukas kepadanya, iapun percaya bahwa pemuda itu benar-benar serius dengan cintanya. Namun kenyataan tak selalu sesuai dengan impian. Di saat dirinya hendak mengantar kepergian Lukas yang akan ikut berperang, dia mendapati pemuda itu bersama gadis lain. Siapakah dia?

Petualangan hidup gadis berbakat itupun berlanjut ketika ia dan keluarganya sedang dalam perjalanan pulang dari pernikahan saudaranya di Polandia. Di tengah hutan yang mereka lalui, mereka diserang kawanan perampok hingga keluarganya tercerai berai. Beruntung Marie diselamatkan oleh seorang guru yang baik hati hingga ia dipertemukan oleh seorang maestro dan menjadi penyanyi solis di Warsawa.

Kehidupan dari masing-masing anggota keluarga Haydn setelah terpisah dari perampokan itu pun diceritakan dalam novel ini. Kedua orang tua Marie berhasil saling bertemu lagi dan kembali ke Wina. Sementara Elise diselamatkan oleh seorang bangsawan di Krakow namun akhirnya dia kabur dan menjadi pencuri. Sedangkan Niko tinggal di sebuah asrama yang berada di kota Lodz.

Marie, Elise dan Niko akhirnya bisa bertemu dan kembali ke kota Wina berkat bantuan seorang panglima. Seorang lelaki bernama Franz dari kota Stuttgart turut serta diantara mereka. Di kota itu, Marie ikut membantu merawat para korban perang di sebuah rumah sakit bersama Franz.

Di rumah sakit itu, Marie mendapati Lukas dengan luka sayatan pedang di perutnya. Meski sudah disakiti dan Lukas menyatakan bahwa dia tidak mencintai Marie, namun hati gadis itu tetap bagaikan batu. Marie tetap mencintai Lukas hingga akhir hayat pemuda itu.

Namun tanpa disadari, ada seorang pemuda lain yang mencintai Marie dan hatinya hancur demi mendapati gadis itu terlihat sangat kehilangan oleh kepergian Lukas. Ia pun memutuskan untuk kembali ke kota asalnya.

Seakan tersadar dari mimpi, Marie yang mengetahui hal itupun segera menyusul pemuda itu. Akankah Marie menerima cinta pemuda itu?

Josephine yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung ini juga menyelipkan tentang ilmu kedokteran dan pengobatan di dalam novel itu. Selain itu, ada bati-bait lagu berbahasa Jerman dan Polandia yang disematkan.

Penasaran dengan kisah cinta Marie? Kamu bisa dengerin ceritanya hingga tuntas hanya di Listeno. Bagi yang belum punya aplikasi Listeno, kamu bisa instal dari Google Playstore atau dapatkan dari sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *