Review Audiobook Dunia Kali & Kisah Sehari-hari

dunia-kali puthut ea

Dunia Kali & Kisah Sehari-hari, sebuah karya dari kepala suku Mojokdotco yang diterbitkan oleh EA Books pada November 2015 dan banyak berkisah tentang kehidupan sehari-hari bersama keluarga kecil yang sangat ia cintai.

Uniknya, semua kisah di dalam buku ini berasal dari status-status pilihan yang ada di Facebook milik Puthut EA, dimana ia banyak menuliskan segala sesuatu tentang anak lelaki kecilnya bernama Bisma Kalijaga dan istrinya, Diajeng Paramita.

Kini versi audio dari buku Dunia Kali & Kisah Sehari-hari sudah bisa didengerin melalui aplikasi Listeno yang dinarasikan oleh Jeci Gracietta.

Sebagai Pengantar dalam buku ini, Puthut EA sepertinya sengaja menjatuhkan pilihannya kepada Agus Mulyadi. Alhasil, tercipta pengantar sepanjang empat halaman dengan gaya khas Gus Mul yang kocak.

“Pokoknya, siapa saja pemuda yang membacanya, saya yakin pasti bakal merasa ingin segera berumah tangga. Dan siapa saja yang membaca cerita kelucuan dan kepolosan Si Kali, pasti ingin rasanya segera menghamili anak orang agar bisa segera punya anak dan berbagi cerita.”

Karya Puthut EA sendiri dalam Dunia Kali & Kehidupan Sehari-hari ini terbagi dalam 5 Bab dimana setiap bab memiliki berbagai cerita yang ringan, kocak, menggemaskan, sendu, heroik sekaligus romantis.

Salah satunya pada chapter Mengajari Istri Naik Sepeda Motor. Seorang Puthut EA yang merasa kurang berhasil sebagai suami karena gagal mengajari istrinya naik sepeda motor matic. Eh, tak taunya dia justru berhasil mengajari sang istri naik motor Vespa.

“Jadilah kami keluarga kecil yang sedikit unik. Istri saya tidak bisa mengendarai sepeda motor, saya tidak bisa nyetir mobil.”

Dalam chapter berjudul Persamaan dan Perbedaan, Sang Bapak merasa dikerjai dan jadi kamitenggengen berkat tingkah polah Kali yang lucu.

“Dia juga masih sering “mengerjai” saya. Biasanya kalau mau pergi dengan ibunya, Kali akan pamit. Cium tangan, cium pipi, berpelukan. Tapi sekarang tidak hanya itu. Dia mulai pakai kata-kata, tentu saja dengan lafal cadelnya: “Bapak, Kali mau pergi sama ibu, Bapak di rumah saja ya, sama ikan!”
Asem…”

Selain itu, dia juga menuangkan kembali berbagai kejadian di masa itu dengan bahasa ala Puthut yang ringan dan kocak meski itu sedang membahas masalah politik.

“Yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang di momentum Pilpres, termasuk kemenangan Pak Jokowi, yakni kontribusi negara China. Tanpa Hp murah produk China, media sosial seperti Facebook, Twitter bahkan pemotretan data C1 tidak bisa dilakukan oleh banyak orang.”

Bukan Puthut namanya, jika tak menyenggol kanan kirinya. Selain keluarga kecilnya, dia juga memberikan ruang bagi tulisannya untuk membahas bisnis dan orang-orang di sekitarnya dengan penyampaian yang mudah dicerna, salah satunya dalam chapter Janji, dimana Puthut menyampaikan permintaan maaf kepada koleganya karena telah melanggar janji.

“Hal ini perlu saya tulis selain sebagai bagian dari permintaan maaf kepada Bajang dan Pay, juga mungkin bisa membantu memperjelas kepada teman-teman dekat saya atau kolega kerja saya, kenapa saya bisa sangat marah kalau urusannya sudah pada ingkar janji.”

Berbagai kisah dalam sudut pandang Puthut yang tertuang secara lugas namun ringan dalam audiobook ini terasa tak membosankan untuk dinikmati hingga akhir cerita. Dengerin audiobook Dunia Kali & Kisah Sehari-hari ini langsung dari aplikasi Listeno biar kamu selalu merasa tumbuh bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *