Review Audiobook Around the World in 80 Days

Around the World in 80 Days by Jules Verne

Libur telah tiba! Tentunya momen ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Liburan kali ini bakalan semakin meriah karena bersamaan dengan Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, sehingga akan ada lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama saudara.

Sebagai teman liburan, Listeno punya rekomendasi audiobook yang bisa kalian dengarkan biar liburanmu semakin seru.

Around the World in 80 Days, sebuah buku karya Jules Verne, seorang penulis tersohor asal Perancis, yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kini sudah tersedia dalam versi audio dan bisa kamu dengarkan melalui aplikasi Listeno. Mengelilingi dunia dalam waktu 80 hari? Mungkinkah?

Adalah Phileas Fogg, seorang pria lajang yang kaya raya yang menerima tantangan teman-temannya dari sebuah perkumpulan orang-orang ternama di London untuk mengelilingi dunia dalam 80 hari. Ditemani seorang pelayannya asal Perancis yang bernama Passepartout, Fogg memulai perjalanan tersebut dari London, lalu melewati Paris, India, Singapore, Hongkong, Shanghai, Yokohama, San Fransisco, New York dan Liverpool.

Fogg yang memulai perjalanan pada 2 Oktober 1872 pukul 14:45, sesuai perjanjian yang telah disepakati, harus sudah kembali di London pada 21 Desember 1872 pukul 20:45.

Dia pun bertekad untuk menyelesaikan tantangan tersebut tepat waktu agar mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Selama perjalanan, Fogg tidak mempedulikan setiap kota dan negara yang dilaluinya. Dia pun hanya menghabiskan waktu untuk bermain kartu dan naik turun alat transportasi, dari kereta api ke kereta uap dan sebaliknya.

Soal naik turun kendaraan ini, Fogg harus benar-benar disiplin terhadap jadwalnya. Tak jarang pula dia harus mengeluarkan biaya ekstra agar bisa mempercepat perjalanannya ataupun berhadapan dengan rintangan-rintangan yang menghambat perjalanannya untuk menyelesaikan waktu tantangannya.

Selepas dari Mesir, seorang detektif Scotland Yard yang bernama Mr. Fix membuntuti mereka karena Fogg memiliki penampilan yang mirip dengan sketsa wajah tersangka perampokan di London. Keduanya pun berusaha untuk menghindari kejaran Mr. Fix.

Sementara di India, Fogg harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli seekor gajah untuk menuju ke rel berikutnya karena kereta yang mereka tumpangi harus berhenti di sebuah desa kecil karena rel kereta api di sana belum selesai dikerjakan. Dalam petualangan mereka di daratan India, mereka juga harus menyelamatkan seorang wanita bernama Aouda yang hampir dibunuh oleh suku asli di sana. Setelah berhasil di selamatkan, Aouda pun menjadi teman perjalanan sekaligus ikut berpetualang bersama mereka.

Berbagai petualangan dan rintangan mereka hadapi dan waktu berjalan mendekati hari ke-80, sedangkan mereka masih harus menyelesaikan separuh lingkaran Bumi lagi. Akankah Fogg dan Passepartout mampu menyelesaikan tantangan untuk mengelilingi Bumi dalam 80 hari?

Mendengarkan audiobook ini, kita akan berasa ikut berpetualang di dalamnya, terlebih kisah ini memiliki bumbu kecemasan dan rasa takut yang bakal membikin ceritanya semakin seru.

Mengelilingi dunia dalam 80 hari? Siapa takut!

One thought on “Review Audiobook Around the World in 80 Days

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *