Reaksi yang Terjadi Pada Otak Saat Menyimak Buku

nyimak audiobook

Membaca sebuah buku merupakan satu hal yang bisa membuat otak kita hidup dengan berbagai imajinasi dan menggugah perasaan di hati, bahkan membangkitkan gairah. Kedengarannya terlalu berlebihan, tetapi itulah yang terjadi. Bukan hanya membaca buku saja, mendengarkan orang yang tengah mendongeng atau audiobook juga bisa membuat otak kita menjadi lebih berempati.

Apapun bentuk medianya, yang namanya menyimak buku bisa menimbulkan sejumlah reaksi di dalam otak kita. Mau tau apa saja itu? Cekidot yuk.

Tercipta Theater of Mind

Menyimak buku dengan tokoh dan alur khayalan bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membangkitkan sebuah dunia baru di dalam pikiran kita, baik disengaja maupun tidak atau. Hal ini berkaitan dengan obyek khayal yang bekerja secara otomatis dalam pikiran dimana kita dapat memunculkan gambaran dari obyek tersebut setelah membaca sebuah kalimat yang mendeskripsikannya secara visual sehingga pikiran kita tersugesti dengan sendirinya. Inilah yang disebut dengan istilah theater of mind.

Kata-kata yang terucap membuat otak bekerja

Di saat kita mendengarkan sebuah cerita, otak menjadi lebih hidup karena bagian dari otak yang memproses bahasa dan eksperensial menjadi aktif. Sebagai contoh, saat kita mendengar tentang makanan maka korteks sensorik akan aktif, sedangkan gerakan tubuh akan mengaktifkan korteks motorik. So, mendengarkan audiobook merupakan salah satu latihan yang bagus untuk otak.

Menstimulasi otak

Pernahkah kamu merasa sangat nyambung dengan isi buku yang seakan-akan kamu pernah mengalaminya dalam kehidupan nyata? Hal tersebut bisa terjadi karena otak kita sebenarnya mempercayai bahwa kita pernah mengalaminya. Saat menyimak buku, bagian neurologi otak terstimulasi sehingga otak tidak membedakan antara nyimak buku berisi kisah hidup dengan menjadi lakon di dalamnya. Novel merupakan jenis buku yang dapat dengan mudah memasuki pikiran dan perasaan kita.

Beda cara baca bikin pola di otak juga berbeda

Berbagai cara untuk menyimak buku memberikan stimulasi yang baik untuk otak, tetapi kategori buku yang disimak memberikan pengalaman yang berbeda dengan manfaat yang bervariasi. Nyimak buku yang isinya serupa dengan bacaan literasi memberikan otak sebuah latihan dalam berbagai fungsi kognitif yang kompleks. Selain itu, juga merupakan cara yang lebih efektif sebagai latihan otak. Kalau kamu beneran ingin memberikan suatu latihan kepada otakmu, simaklah satu novel berbahasa asing. Sedangkan menyimak menbuku-buku yang berbobot ringan akan memacu aliran darah ke otak.

Otak mampu beradaptasi untuk membaca e-book dalam tujuh hari

Jika kamu terbiasa membaca buku dalam bentuk kertas cetak, ketika membaca e-book untuk pertama kalinya kamu akan merasa sangat aneh. Hal itu wajar terjadi karena otak mampu beradaptasi dengan teknologi baru, termasuk e-reading dalam tujuh hari tanpa memandang umur atau seberapa lama kamu membaca buku kertas.

Merubah struktur otak

Tidak setiap orang menjadi pribadi yang gemar membaca. Sebagian orang ada yang benar-benar tidak mengerti apa itu asyiknya membaca literatur, tetapi mereka bisa dilatih menjadi pembaca yang baik. Nah, di saat mereka dilatih itulah otak mereka akan benar-benar berubah. Perubahan tersebut terjadi dengan meningkatnya volume area bahasa di otak dan selanjutnya struktur otak akan berubah seiring dengan latihan tersebut.

Membuat lebih berempati

Kedengarannya sangat asyik saat kamu tenggelam dalam satu kisah buku yang kamu simak, meninggalkan sejenak apa yang ada di dunia nyata dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter dalam buku tersebut. Hal ini bisa membuatmu menjadi lebih berempati kepada orang-orang di sekitarmu dalam kehidupan nyata.

Nah, gak ada ruginya kan untuk menyimak buku, baik membaca dalam bentuk buku cetak, e-book maupun mendengarkan audiobook. Selain menyenangkan, juga memberikan manfaat yang baik bagi otak. So, jangan lupa menyimak buku ya hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *