Sejarah dan Cara Membuat Pembatas Buku

pembatas-buku-listeno.com

Yang suka baca buku tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pembatas buku. Bagi sebagian orang, pembatas buku menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan dengan buku kesayangan yang baru dibaca agar tak kehilangan jejak sampai halaman berapa, daripada melipat ujung kertas dari lembar terakhir yang dibaca. Bahkan sampai ada yang hobi mengoleksi berbagai macam pembatas buku, entah karena bentuknya yang unik, unyu atau bersejarah.

Umumnya saat ini pembatas buku berupa secarik kertas atau sehelai tali. Namun juga banyak yang terbuat dari berbagai macam bahan dengan desain yang bervariasi, mulai dari yang murah hingga mahal, seperti emas atau permata. Semenjak pertama kali ditemukan hingga sekarang, pembatas buku mengalami perkembangan.

Awalnya, pembatas buku terbuat dari perkamen (media menulis yang terbuat dari kulit binatang) dan hanya berbentuk strip kecil karena ada zaman dahulu hanya kalangan menengah ke atas saja yang mampu membeli buku. Marker menjadi istilah bagi pembatas buku dalam bahasa Inggris sebelum akhirnya berubah menjadi bookmark hingga sekarang.

Akhir abad ke-16, pembatas buku mulai disempurnakan dan salah satu orang yang berhasil memilikinya pertama kali adalah Ratu Elizabeth I. Pada tahun 1850, pembatas buku beredar luas dan sudah disertakan dalam buku yang dijual.

Tahun 1960an, Coventry yang merupakan sebuah kota di Inggris dan menjadi pusat industri pita sutra berhasil membuat mesin pencetak pembatas buku. Sedangkan sebuah perusahaan bernama J&J menjadi produsen pembatas buku pertama. Kepopuleran pembatas buku di masa itu membuat perusahaan Thomas Stevens memproduksi pembatas buku dalam jumlah yang sangat banyak sehingga menguasai pasar dengan membuat 900 desain pembatas buku, salah satunya adalah pembatas buku yang didesain sesuai dengan hari perayaan, seperti Natal, ulang tahun dan lainnya.

stevengraph-bday-bookmarks
via stevengraph4u.com

Pada abad ke-19, umumnya pembatas buku terbuat dari kulit, sutra tenun atau pita dan digunakan sebagai penanda pada Alkitab dan buku-buku doa.

Ketika produksi sutra turun drastis pada tahun 1880an, kertas atau karton menjadi pilihan lain untuk memproduksi pembatas buku. Setelah itu, pembatas buku mengalami perkembangan yang sejajar dengan industri buku.

Dan kini, pembatas buku menjadi media penyaluran dari berbagai ide kreatif dengan tidak meninggalkan fungsi utamanya sebagai penanda buku.

Kamu juga bisa membuat pembatas buku sendiri dengan bahan-bahan yang sangat mudah didapatkan. Yuk intip cara bikinnya melalui koleksi di bawah ini:

rabbit-bookmark
via anesanurul.wordpress.com
flanel-bookmarks
via majalahembun.com
bookmark-owl-bintang
via bintang.com
stick-bookmarks
via www-kerajnan-info.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *