Novel Tanpa Huruf E

ilustrasi-novel-listeno

Bersama huruf konsonan, huruf vokal memiliki peranan penting dan mutlak diperlukan dalam membuat sebuah kalimat agar memiliki makna, baik itu secara lisan maupun tulisan. Terdapat sebuah pangram terkenal dalam bahasa Inggris yang berbunyi  the quick brown fox jumps over the lazy dog. Pangram tersebut memuat keseluruhan abjad latin dari A sampai Z. Namun apa jadinya jika dalam sebuah kalimat ada salah satu huruf vokal yang dihilangkan?

Ernest Vincent Wright, seorang penulis berkebangsaan Amerika berhasil mengejutkan dunia dengan menerbitkan sebuah novel berjudul Gadsby pada tahun 1939. Novel ini mampu memukau semua orang yang membacanya karena Ernest menuliskan sebanyak 50.000 kata di dalamnya tanpa menggunakan huruf e satupun.

Menghilangkan huruf e dalam keseluruhan karya tulis merupakan hal yang sangat rumit, tetapi Ernest mampu melakukannya. Bahkan hasil tulisannya tersebut memiliki alur cerita yang enak dibaca meskipun tanpa huruf e. Yang lebih mengejutkan lagi, dia menyelesaikan novel setebal 260 halaman tersebut dalam waktu lima setengah bulan. Sebuah waktu yang sangat singkat, mengingat huruf e sering muncul dalam kosakata bahasa Inggris.

Coba simak salah satu kalimat yang ada dalam novel Gadsby di bawah ini:

“But out of all that confusion and ado a canvas town will grow, strung from top to bottom with gaily flapping flags and hanging bunting, and that customary “mid-way” with its long rows of gaudy billboards, in front of which circus ballyhoo artists will continuously bawl and shout out claims about sword-swallowing, tattooing, hula-hula dancing, boa constrictor charming, or a Punch and Judy show.”

a-novel-with-no-e-is

Kamu tentu tidak menjumpai huruf e satupun dalam kalimat di atas. Penulisan seperti itu disebut dengan nama lipogram, yaitu gaya tulis suatu karangan yang menghindari penggunaan satu atau beberapa huruf dalam alfabet.

Novel  50.000 kata tanpa huruf e ini menceritakan kisah John Gadsby, seorang lelaki tua yang  tinggal di sebuah kota bernama Branton Hill yang hampir mati. Meski usianya tidak lagi muda, namun dia memiliki semangat yang tinggi untuk menghidupkan kotanya kembali. Bersama para pemuda di kota itu, usahanya pun membuahkan hasil. Branton Hill berubah menjadi kota yang subur dan ramai. Semangat dan usahanya tersebut mendapat penghargaan dan dia pun diangkat menjadi walikota di Branton Hills.

Karya Ernest Vincent Wright ini sangat menarik. Bukan hanya kisahnya, tetapi juga trik pemilihan kata yang dia gunakan dengan menghindari kata-kata yang memuat huruf e, namun tetap enak dan luwes untuk dibaca. Meski termasuk karya sastra lama, novel ini layak dibaca bagi kamu yang menyukai novel berbahasa Inggris dan kamu bakal tidak menyadari bahwa tidak ada huruf e satupun di dalam buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *