Kartini Masa Kini

13046179_251292138552194_1944859769_n

Sudah lebih dari setengah abad bangsa Indonesia memperingati hari lahir R.A. Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Hal tersebut berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1964 yang menetapkan tanggal tersebut sebagai hari besar nasional yang hingga kini dikenal dengan nama Hari Kartini. Tahun 2016 ini diperingati sebagai hari lahir Kartini ke-137.

Pada masa hidupnya, R.A. Kartini berjuang melalui pemikirannya yang dituangkan dalam bentuk berbagai surat dan buku. Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan juga mampu ikut berjuang meskipun tanpa menggunakan kekuatan.

Semangat Kartini tersebut rupanya juga berkobar dalam diri perempuan-perempuan Indonesia. Dengarkan saja dalam buku suara berjudul The Miracle of Life Sandiwara Upik Abu yang berisi kisah nyata semangat para buruh migran Indonesia yang berjuang di negeri seberang untuk mendapatkan apa yang mereka impikan, hingga memperjuangkan hak mereka yang ditindas oleh orang-orang yang mereka sebut majikan.

“Raihlah mimpimu sampai kau dapat, yakin dan percaya bahwa kau bisa adalah kunci semangatmu.”

Dalam salah satu kisah, seorang buruh migran perempuan Indonesia selalu mendapat perlakuan kasar dari majikannya sampai dia harus bersembunyi-sembunyi sewaktu ingin menyalurkan hobinya, yaitu menulis. Hingga pada suatu waktu dia berhasil menunjukkan karya tulisnya yang berhasil dimuat oleh sebuah koran dan hal tersebut menjadikan sikap majikannya berubah 180 derajat.

Selain perjuangan para tenaga kerja wanita tersebut, ada juga 22 kisah perempuan Indonesia menembus batas 5 benua di 17 negara yang terangkum dalam Kepak Sayap. Mereka bertahan hidup dan menjalani hari-hari mereka dengan ceria dan berani meskipun tak jarang harus meneteskan air mata saat kerinduan pada tanah air begitu menyesakkan dada.

“Hanya satu kata kunci untuk survive di negeri orang, yaitu mental yang tangguh!”

Itu hanya sekelumit contoh perjuangan para Kartini masa kini. Ungkapan R.A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang,” memang benar adanya. Semoga semangat perjuangan Kartini akan tetap terus menyala di setiap diri perempuan Indonesia yang menjelma menjadi Kartini masa kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *