Casanova: Penulis yang Dikenang Sebagai Womanizer

Giacomo-Casanova

Sebagian dari kalian tentu tak asing lagi dengan istilah casanova. Ya, sebuah kata yang merujuk pada seorang pria womanizer alias playboy. Pria yang mendapat julukan casanova bukanlah sembarang pria yang asal genit terhadap semua wanita. Doi pun selektif terhadap wanita-wanita yang menjadi incarannya.

Ngomong-ngomong soal casanova sendiri, istilah tersebut diambil dari seseorang yang bernama Giacomo Girolamo Casanova. Dia adalah seorang petualang dan penulis berkebangsaan Italia yang lahir pada 2 April 1725.

Semasa hidupnya, dia berhasil menelurkan sebuah buku yang berisi otobiografinya sendiri, berjudul Histoire de ma vie (Kisah Hidupku). Bahkan buku tersebut dianggap sebagai salah satu bukti paling otentik dari berbagai kebiasaan dan norma yang ada dalam kehidupan sosial di Eropa sepanjang abad ke-18.

portrait-of-casanova

Casanova muda pergi menjelajah Eropa dan menjalani berbagai macam profesi kerja, seperti pemain biola, jurnalis, penerjemah, tentara, ahli kimia, businessman hingga mata-mata. Bahkan dia mampu menghibur sejumlah tokoh besar dunia seperti Goethe, Voltaire dan Beethoven. Namun dalam perjalanan hidupnya, dia juga banyak terlibat dalam affair bersama para wanita.

Di akhir sisa hidupnya, dia bekerja sebagai seorang pustawakan di Bohemia, Republik Ceko, dimana dia juga menuliskan kisah hidupnya. Dia meninggal pada 4 Juni 1798 dalam usia 73 tahun.

Otobiografi Casanova sempat disensor selama berabad-abad hingga pada tahun 1960 versi utuh dalam bahasa Perancis diterbitkan.

Melihat pemakaian kata casanova yang hingga sekarang memiliki makna konotasi, seorang penulis dan filsuf asal Perancis bernama Philippe Sollers berpendapat bahwa banyak orang yang tidak ingin memandang Casanova sebagai seorang penulis, tetapi menjadikannya sebagai sosok womanizer yang tak lekang oleh waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *