5 Bangunan di Dunia yang Berbentuk Buku

book shaped

Buku menjadi satu hal yang tak pernah lepas dari kehidupan kita dan banyak memberikan inspirasi. Secara umum, semua orang pasti bisa membayangkan sebuah buku dengan mudah. Bentuknya yang sederhana bukan hanya membuat mudah diingat, namun juga menginspirasi sejumlah arsitek untuk menerapkan bentuk buku tersebut ke dalam bangunan yang mereka rancang.

Ada beberapa tempat di dunia yang bangunannya dirancang berbentuk buku dan menjadi daya tarik tersendiri. Berikut kelima bangunan tersebut.


Perpustakaan Soeman H.S.

(via Dunia Perpustakaan)
(via Dunia Perpustakaan)

Kita awali dari negeri sendiri, tepatnya di kota Pekanbaru, Riau dimana terdapat Perpustakaan Soeman H.S. yang bangunannya berbentuk mirip dengan buku yang sedang terbuka, meskipun desain asli dari bangunan ini terinspirasi dari meja kecil yang biasa digunakan sebagai alas pada saat membaca Al-Qur’an.

Perpustakaan yang menjadi icon pariwisata kota Pekanbaru ini diresmikan oleh Muhammad Jusuf Kalla pada tahun 2008 yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Presiden.

Terdiri dari enam lantai, Perpustakaan Soeman H.S. menjadi perpustakaan provinsi yang menyimpan berbagai arsip nasional dan sejumlah literatur Melayu yang cukup lengkap.


Gedung Parkir Perpustakaan Umum Kota Kansas

(via Majalah Desain)
(via Majalah Desain)

Umumnya tempat parkir di suatu gedung dibangun dengan bentuk yang biasa-biasa saja. Namun di Kansas, Amerika Serikat terdapat sebuah bangunan berbentuk menyerupai deretan 25 buku raksasa, yang seolah-olah ditata rapi dalam sebuah rak dan hanya terlihat bagian punggung bukunya, yaitu di Perpustakaan Umum Kota Kansas.

Deretan buku raksasa itu memiliki ukuran yang berbeda dengan rata-rata tinggi mencapai 7,6 meter dan lebar 2,7 meter.

Tempat parkir yang berada di balik deretan buku itu dibangun pada tahun 2006 guna menambah jumlah lahan parkir. Sebelum mulai dibangun, para penduduk setempat dan juga member perpustakaan tersebut dimintai tolong untuk memilih judul buku apa saja yang bakal ditampilkan menjadi tembok bangunan itu.

Hasilnya, The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien, Silent Spring karya Rachel Carson, Tao Te Ching karya Lao Tzu dan Invisible Man karya Ralph Ellison menjadi beberapa judul dari 25 buku yang menghiasi tembok gedung parkir Perpustakaan Kota Kansas.


Bibliothèque Méjanes

(via Wikipedia)
(via Wikipedia)

Berlokasi di 8-10 Rue des Allumettes, Provinsi Aix-en di Perancis, Bibliothèque Méjanes merupakan perpustakaan daerah yang menyimpan sekitar 60.000 dokumen karya Jean-Baptiste Marie de Piquet yang berjuluk Marquess of Méjanes, karya-karya abad pertengahan antara abad 12-15 dan arsip-arsip koran lokal tahun 1871-1944.

Awalnya, Bibliothèque Méjanes didirikan pada tahun 1810 dan berlokasi di Balaikota Aix. Pada tahun 1989, perpustakaan ini dirombak menjadi bentuk yang sekarang ini dan menjadi bagian dari kompleks Cité du livre atau Kota Buku.

Bagian depan Bibliothèque Méjanes dibangun berbentuk tiga buku raksasa. Penampakan ketiga buku raksasa itu dibuat sesuai dengan buku asli yang berjudul L’Etranger karya Albert Camus, Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupery dan Le Malade imaginaire karya Molière.


The Shaikh Muhammad ibn Saalih al Uthaymeen Charity Foundation

(via WordPress)
(via WordPress)

Yayasan amal yang berada di kota Unaizah, provinsi Al Qassim, Arab Saudi ini memiliki bentuk bangunan yang mirip seperti buku terbuka dengan posisi berdiri. Tak jauh dari gedung yayasan ini, terdapat bangunan seperti buku yang ditumpuk dengan warna senada yang merupakan gedung Women Center.

(via WordPress)
(via WordPress)

Di dalam gedung yayasan ini tersimpan berbagai literatur peninggalan Shaikh Muhammad yang memiliki nama lengkap Abu ‘Abd Allah Muhammad ibn Saalih ibn Muhammad ibn al-Uthaymeen at-Tamimi. Selain itu, yayasan ini juga melayani berbagai hal diantaranya membantu anak-anak yatim dan fakir miskin, menyalurkan zakat dan menangani para mahasiswa sains yang bersekolah di Arab Saudi.

Pada malam hari, gedung yayasan ini terlihat cantik saat disoroti cahaya lampu yang sangat terang dari arah bawah.

(via WordPress)
(via WordPress)


House of Free Creativity

(via uiowa.edu)
(via uiowa.edu)

Pada bulan Oktober 2006, House of Free Creativity yang berada di Ashgabat, Turkmenistan diresmikan oleh Presiden Saparmurat Niyazov yang pada masanya dikenal sebagai seorang diktator. Gedung yang menelan biaya hingga 17 juta USD atau setara dengan Rp 234,6 M ini diperuntukkan bagi para jurnalis yang bekerja pada media press yang dikontrol oleh negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *