5 Alasan Mengapa Bukumu Sebaiknya Menjadi Audiobook

buku2

Apakah kamu memiliki buku yang merupakan hasil karyamu sendiri? Sudahkah kamu menjadikannya sebagai audiobook atau apakah kamu justru masih bersentimen dengan audiobook: ‘kenapa juga harus dijadiin audiobook’?

Kali ini Listeno kasih kamu 5 alasan mengapa bukumu sebaiknya juga menjadi audiobook. Yuk, simak yang berikut ini:

Pertama, Pasar Industri Audiobook Bernilai Milyaran

Tahun 2004, Asosiasi Penerbit Audio menghitung nilai pasar audiobook di dunia mencapai 800 juta US Dollar. Sedangkan pada tahun 2014 mencapai 1,47 milyar US Dollar. Menilik dari hasil kalkulasi tersebut, akan sangat memungkinkan ke depannya pasar audiobook akan semakin meningkat pesat seiring dengan kemajuan teknologi.

Kedua, Book Maven Mendengarkan Lebih Banyak Audiobook

Maven adalah sebutan bagi seseorang yang mengetahui banyak hal. Biasanya maven banyak didatangi oleh orang-orang yang membutuhkan jawaban untuk satu kepentingan. Sebagai contoh, di saat kamu hendak membeli mobil baru, maka orang pertama yang kamu ajak ngobrol seputar mobil adalah car maven.

Sedangkan seseorang yang membaca lebih dari 50 buku dalam setahun dan memiliki ratusan koleksi buku disebut dengan nama book maven.

Ada book maven, ada juga audiobook maven yang mampu ‘membaca buku’ lebih banyak karena mereka mendengarkan buku kapan saja dan dimana saja, seperti di saat memasak, menyetir bahkan ketika sedang bekerja.

Jika kamu memiliki audiobook dari buku karyamu, maka kamu bisa mendapatkan uang dari hasil penjualan versi audio tersebut. Dan book maven maupun audiobook maven bisa saja menjadi ‘perantara’ bagimu karena rekomendasi mereka biasanya banyak dituruti oleh orang-orang yang mendatanginya.

Ketiga, Audiobook Menghindarkanmu dari Efek Oprah

Efek Oprah adalah sebuah efek yang ditimbulkan ketika seseorang yang sangat terkenal tiba-tiba merekomendasikan sesuatu.

Bayangkan saja jika ada seseorang yang sedang naik daun mendadak merekomendasikan bukumu dan dalam waktu yang bersamaan 100 ribu orang semuanya ingin membeli bukumu tersebut, sedangkan kamu hanya mencetak 5.000 ribu yang sudah tersebar di berbagai toko buku. Alhasil, publishermu bakal kelabakan untuk mencetak buku lagi dan berharap sisa orang yang belum kesampaian membeli bukumu akan kembali.

Namun tentunya proses produksi tersebut memakan waktu, kan? Dan belum tentu juga 95 ribu orang yang awalnya bersemangat ingin membeli bukumu akan ingat.

Audiobook merupakan proteksi terbaik terhadap Efek Oprah, seperti halnya e-book. Jadi jika ada seorang yang terkenal merekomendasikan bukumu secara tiba-tiba, kamu tak perlu khawatir akan kehabisan stok meskipun jumlah permintaan mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan.

Keempat, Mendongkrak Penjualan Buku & Memanjakan Non-reader

Terkadang banyak orang yang membeli buku versi cetak setelah mendengarkan versi audiobooknya. Tentu saja hal ini bisa mendongkrak penjualan buku karyamu.

Selain itu, ada banyak orang yang menjadi non-reader, yaitu mereka yang tidak suka membaca buku, tetapi suka mendengarkan. Orang-orang seperti ini biasanya tidak akan mau menghabiskan waktu mereka untuk duduk dan membaca sebuah buku. Jadi kalau kamu memiliki audiobook, maka hal tersebut menjadi salah satu potensi besar untuk memanjakan non-reader.

Contoh lain yang termasuk kategori non-reader lainnya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan membaca lambat, disleksia dan tuna netra. Bahkan seorang CEO yang sangat sibuk pun juga bisa termasuk ke dalam non-reader.

Kelima, Mudah Dicari & Dibikin

Di era digital ini, kebanyakan orang suka bertanya terlebih dahulu ke search engine untuk mencari sesuatu yang ingin mereka ketahui. Dengan memiliki audiobook, maka akan memudahkan judul bukumu terindex dan mudah dicari.

Lalu bagaimana cara membikin audiobook?

Gak usah bingung soal itu. Ada banyak layanan yang menawarkan pembuatan audiobook, salah satunya melalui Listeno yang detailnya bisa kamu dapatkan dari sini.

Nah, tunggu apa lagi? Dari buku menjadi audiobook kini bukanlah satu hal yang sulit lagi. Create your own audiobook and let the world hear it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *